Pojok Rohani Jumat 3 Juli 2020

“Ya Tuhanku dan Allahku!”

Pojok Rohani Jumat, 3 Juli 2020

 

Ibu, Bapak, Saudari dan Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Berkah Dalem.

Apakah saudara saudari pernah ingat saat pertama kali bertemu dengan seseorang, terpikat, kemudian muncul euforia atau perasaan sangat gembira dan antusias berlebihan, biasanya jantung juga akan berdegup lebih kencang saat bersama dengan dia.

Menyenangkan bukan? Kata orang itu namanya jatuh cinta. Lalu apa yang akan terjadi apabila ternyata jalan ceritanya tidak sesuai dengan apa yang pernah dibayangkan? tiba-tiba saja dia pergi meninggalkan kita? Ya semacam “kowe lungo pas aku sayang-sayange”

Pasti menyakitkan, hati terluka, ambyar dan bahkan bisa muncul trauma untuk (kembali) menjalin relasi. Kiranya dalam permenungan saya begitulah yang dirasakan oleh Rasul Thomas, yang pestanya kita rayakan hari ini. Dia sangat shock dengan wafat Yesus sehingga sulit untuk menerima kabar dari rasul yang lain bahwa Yesus bangkit. Keragu-raguan Thomas tampak jelas sekali dalam sikapnya dan dalam ucapannya “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku kedalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Nampaknya Rasul Thomas sungguh-sungguh berjuang untuk melewati proses yang panjang sebelum akhirnya dengan suara penuh gembira dan  penyesalan mendalam ia dapat mengatakan, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Saudara dan saudari terkasih, kita pun diundang untuk terus berjuang mencapai kekudusan dalam hidup. Kita diundang untuk mensetiai proses iman yang kadang naik turun seperti roller coaster. Kadang kita merasa begitu percaya bahwa Yesus ada tapi seringkali muncul keraguan. Pertanyaannya adalah apakah kita sungguh mau (setia dan tekun) berjuang untuk mencapai kekudusan? Membuka diri bagi kehadiran Yesus secara mendalam, tahap demi tahap, sehingga seperti Rasul Thomas kita pun akhirnya dapat dengan mantap berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Berkah Dalem

 

 

Sr. M. Editha, OSF