Sejarah Singkat Paroki Boro

Gereja Theresia Liseux Boro disebut juga sebagai Gereja Boro karena lokasinya yang berada di Komplek Misi Boro. Di dalam Komplek Misi Boro juga terdapat bangunan lain seperti pastoran dan kantor pengelola gereja, Rumah Sakit Santo Yusup, Susteran St. Fransiskus Boro, Bruderan F.I.C Boro, Panti Asuhan Sancta Maria Boro, Pertenunan Sancta Maria dan Sekolah Pangudi Luhur (SD-SMP). Dalam sejarahnya, Gereja Theresia Liseux Boro mulai dibangun pada tanggal 31 Agstus 1931. Sebelum dibangun Gereja Boro, Boro awalnya merupakan bagian dari stasi-stasi Kalibawang yang dilayani oleh Paroki dari Muntilan, Magelang. Kehidupan kegamaan di sana mulai hidup kembali ketika Romo J. Prenthaler, S.J. ditugaskan sebagai pembimbing wilayah Boro. Komplek Misi Boro sendiri terdiri dari beberapa bangunan seperti gereja, susteran, panti asuhan, pabrik tenun, bangunan Bruderan F.I.C Boro, bangunan Taman Kanak-Kanak, dan Sekolah Dasar “Marsudirini”, serta Sekolah Menengah Pertama “Pangudi Luhur”.

Pembangunannya sendiri berlangsung dari tahun 1928 hingga 1938 dengan bangunan pastoran sebagai bangunan pertama yang dibangun. Pembangunan dilanjutkan ke bangunan-bangunan lain hingga panti asuhan yang menjadi bangunan terakhir yang dibangun. Sumber dana yang digunakan untuk membangun Komplek Misi Boro diperoleh dari bantuan Belanda, mengingat biaya yang diperlukan tidak sedikit pada saat itu. Namun demikian, Romo J. Prenntahaler, S. J. tidak ingin terlalu banyak bergantung pada Belanda, sehingga ia mendirikan perkumpulan untuk menggalang dana dari para donator, yaitu Serikat St. Klaver, Rooms Katholieke Meisjes Hogere Burger School (Sekolah Tinggi Katolik Roma untuk pada Pemudik) yang ada di Amsterdam, Belanda. Dalam perkembangannya, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gerea ternyata kurang. Akhirnya, Romo J. Prennthaler memilih untuk menutupi kekurangan dana tersebut dengan mengambil dana pribadinya dari hasil menulis artikel di majalah Fahne Mariens, Ktaholische Mariens, serta menggalang dana dari tokoh-tokoh Katolik yang lain sekaligus menjual perangko. Selain itu, umat KAtolik yang ada di Kalibawang juga ikut andil dalam pembangunan Komplek Misi Boro tersebut. Mereka juga berpartisipasi menggalang dana untuk pembangunan meskipun tidak banyak. Lambat laun, kerjasama segala unsur masyarakat tersebut mampu membuat Komplek Misi Boro berdiri hingga saat ini.

Secara khusus, Gereja Boro baru dibangun pada bulan Juni-Juli 1928. Pastoran dan Gereja Boro adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, mengingat bangunan gereja baru didirikan satu tahun kemudian setelah bangunan pastoran berdiri. Pembangunnanya sendiri dilakukan pada tahun 1929 dengan melibatkan beberapa tokoh perintis pembangunan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran yaitu Dr. Schmutzer dan seorang arsitek bernama Maclaine Pont. Awalnya, Dr. Scmutzer mengajukan gagasan untuk membangun Gereja Baru sebagaimana arsitektur gereja-gereja di Eropa. Ide tersebut oleh Romo J. Prennthaler ditolak karena dirasa tidak mencerminkan kondisi sosial budaya masyarakat di Boro. Gereja juga dibangun dalam teras-teras dengan bagian tertinggi sebagai altar, kerangka dari bahan besi, dan tinggi fasad mencapai 16-20 meter. Gereja juga menggunakan penutup berupa dinding, tetapi lebih cenderung terbuka seperti pendopo. Sampai sekarang, Gereja Boro telah mengalami renovasi sebanyak 3 kali. Yang terakhir setelah terkena dampak gempa Bumi tahun 2006. Namun ciri khas Gereja yang dibangun oleh Rm Prenn tidak berubah.

Di sebelah Utara Gereja terdapat Komplek Peziarahan Makan Romo JB Prennthaler SJ yang kemudian berkembang menjadi Taman Doa Bunmda Maria Pelindung keluarga. Setiap Malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon diadakan misa khsusu di Kompelk Peziarahan dan Taman Doa ini.

Tentang Kami

Paroki Santa Thersia Lisieux Boro merupakan bagian dari Keuskupan Agung Semarang yang terletak di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah Paroki terbagi menjadi 12 Wilayah yang tersebar di 2 Kapenewon yaitu Samigaluh dan Kalibawang. Di uatara, Paroki Boro berbatasan dengan Paroki Promasan dan di sebelah selatan berbatasan dengan Paroki Nangguloan dan Paroki Administratif Pelem Dukuh. Sementara di Sebelah Timur ada Sungai Progo yang membatasi Paroki Boro dengan Paroki Klepu dan Stasi Pojok. DI sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Purworejo Keuskupan Purwokerto.

 

Mulai Juni 2022.

Jadwal Perayaan Misa di Gereja St Theresia Lisieux Boro adalah sebagai berikut:

Misa Harian: Senin - Sabtu pukul 05.30 WIB Misa bahasa Jawa

Misa Jumat pertama: Jumat pukul 17.00 WIB Misa bahasa Jawa (live)

(Pas Jumat pertama tidak ada misa pagi)

Misa Mingguan :

:Sabtu pukul 17.00 WIB Misa bahasa Jawa (live)

:Minggu pagi pukul 07.00 WIB Misa bahasa Indonesia

 Minggu sore pukul 17.00 WIB Misa bahasa Jawa (live)

 

Paroki Boro juga melayani KPP, Katakese Persiapan Perkawinan yang dapat diikuti oleh umat di luar Paroki

Pendaftaran KPP bisa menghubungi Sekretariat paroki di nomor (0274) 2822577 atau   081226612801.

Jadwal pelayanan     Senin - Sabtu 08:00 - 15:00   dan   Minggu     08:00 - 12:00

 

Informasi Terbaru

Jadwal KPP (Katakese Persiapan perkawinan)
Untuk Bulan Juni tanggal 18-19 Juni 2022
(terbuka untuk umat luar Paroki Boro)

Info lebih lanjut Hubungi Sekretariat Paroki

 

Recent Posts

Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra

Class aptent taciti sociosqu ad…

05-10-2014 / Hits:3297711

Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Curabitur sodales ligula...

Read more
 

$ 11,527

Donated So Far

Lorem ipsum dolor sit amet cras vitae sodales prellentesque vivamus eget mauris

1,235

Donors Already

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum

5,498

Peoples Served

Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus