Pojok Rohani Senin, 20 Juli 2020

Kehadiran-Nya, Nyata Bagi Kita

Pojok Rohani Senin, 20 Juli 2020

 

 

Bapa ibu, saudara dan saudari yang dikasihi Tuhan, Berkah Dalem.

Saat ini perahu kehidupan kita sedang berlayar di samudra digital. Artinya apa-apa bisa dengan mudah diketahui bahkan yang terjadi di ujung belahan dunia juga dapat terekspos dalam hitungan detik saja. Segala sesuatu dengan mudah akan diketahui. Kenyataan ini diakui sebagai sebuah perkembangan yang semakin mengetarkan hati setiap pribadi di era ini.

            Ketika saya merenungkan Injil hari ini, saya menemukan bahwa pada dasarnya, manusia memiliki kecenderungan untuk kurang percaya jika tidak adanya suatu bukti. Ditambah lagi, dengan faktor perkembangan dunia digital sekarang ini, yang membuat manusia mudah untuk tidak percaya. Maka seringkali muncul ungkapan “No picture is hoax” (tidak ada foto atau gambar, maka tidak benar). Situasi macam ini mirip dengan situasi yang terjadi dalam Injil hari ini. Orang Yahudi dan Farisi meminta bukti kepada Yesus tentang kehadiran Sang Mesias di tengah mereka. Ketika mereka bertanya, “Guru kami ingin melihat suatu tanda dari-Mu!” Akan tetapi jawaban Yesus mengajak mereka untuk menyadari bahwa Mesias sudah hadir dengan membawa misi penyelamatan kepada semua orang. “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini meminta tanda,  tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus.” Bagi kita, tanda Allah yang ditampakkan dalam pewartaan Nabi Yunus ialah tanda pertobatan.

            Saudara-saudara yang terkasih, Yesus ingin menunjukkan kesamaan antara situasi di mana Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari dengan tugas-Nya di dunia. Pada saatnya nanti Yesus pun akan berada dalam rahim bumi selama tiga hari. Akan tetapi oleh karena Kasih Allah, Yesus akan bangkit. Disitulah karya penyelamatan Allah melalui diri Yesus. Yesus adalah bukti dan tanda nyata dari segala tanda dan bukti yang ingin kita lihat. Salib Yesus adalah bukti yang autentik dalam iman orang Kristiani. Tidak ada lagi bukti atau tanda yang lebih dari salib. Kehadiran dan keberadaan Yesus adalah bukti dan tanda sejatinya kehadiran Allah. Yesus tidak menginginkan korban persembahan apapun selain kesetiaan iman kita untuk menaruh seluruh kepercayaan  kita pada-Nya. Orang yang beriman tidak menginginkan tanda atau bukti karena Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Jangan sampai Tuhan memasukkan kita pada angkatan yang jahat, yang suka meminta tanda dan bukti sebagai penunjang Iman. Tuhan memberkati.

 

 

 

Sr. M. Pasifica, OSF