Pojok Rohani Jumat, 10 Juli 2020

 Kecerdikan Ular dan Ketulusan Merpati

Pojok Rohani Jumat, 10 Juli 2020

 

 

 Saudara dan Saudari yang terkasih dimanapun anda berada, Berkah Dalem.

Yesus benar-benar mengerti bahwa tugas perutusan untuk mewartakan kerajaan Allah ditengah dunia tidaklah mudah. Oleh karena itu, ia mengajarkan kepada para murid-Nya untuk memiliki kecerdikan dan ketulusan.

Kitapun merasakan bahwa dunia semakin lama semakin memprihatinkan. Orang-orang tidak lagi peduli akan ajaran agama. Iman ditinggalkan karena alasan hal-hal duniawi seperti jabatan, uang, cinta, bahkan “kedamaian jiwa” dapat menjadi alasan yang dimaklumi untuk tidak lagi beriman. “Kebebasan berpendapat” menjadi kata-kata mutiara untuk membenarkan pemberontakan yang dilakukan anak-anak kepada orang tua, bawahan kepada atasan, isteri kepada suami, adik kepada kakak bahkan umat kepada Pastornya dan sebaliknya. Para imam, Biarawan dan Biarawati dianggap hanya sebagai pemanis di Gereja, bukan lagi sebagai sosok yang menghadirkan wajah Tuhan ditengah-tengah umat. Karena itu, pesan Yesus untuk menjadi cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati masih sangat relevan untuk zaman ini. Sebagai rasul-rasul Yesus di zaman ini, kita di tuntut untuk memiliki kecerdikan atau kecerdasan untuk lebih bijaksana dalam menanggapi kebutuhan dan perkembangan dunia sehingga tidak terseret oleh ajaran-ajaran yang salah. Tulus, menjadi tindakan kasih yang sejati untuk mewujutkan dunia yang penuh dengan kedamaian.

Mari, kita menjadi Rasul-rasul Yesus di zaman ini yang siap mewartakan kabar sukacita kepada siapa saja dengan kecerdikan seperti ular dan ketulusan seperti merpati.

 

 

Sr. M. Theresina, OSF